Custom Search

My Slide



Senin, Maret 03, 2008

Hualampong Train Station, Bangkok

Have you heard about the Children Christian Song.
The lyrics about how Jesus was sending Angel for us. In every single day God send the Angel to help us in every situation.
The songs lyric is about:
Jesus Sends me Angel, Angel, Angel
Jesus Sends me Angel to watch me when I’m playing

Pada liburan kami kali ini kami bisa ganti menjadi
Jesus sends us Angel, Angle, Angel,
Jesus sends us Angel for our Family Trip Holiday

We met the Angel in Bangkok, at the train station Hualampong
He come to pick us up because on that day his having day off. Amazing isn’t it.

I never meet him before, I never seen him even his picture, I only know him just a few days before we’re going for holiday. On Saturday after church meeting, his sister told me that she has a brother was working and stayed in Bangkok, in the last few years, and she made a phone called and talked with him, and during her conversation she introduced me to him and I spoken with him but just for the short time. I said to him, be better if I can introduced my self and family to him by e-mail. He sents his email address to his sister's husband, and his brother in law forwarded to my husband and by Monday morning my husband forwarded to me. That’s a little story about him.

Kami dijemput seorang malaikat penolong, namanya Alex Bakara. Hai, Lex, kalau kamu baca web-ku jangan “GR”, yach. Memang dia baik sekali. Kamu sangat baik sekali. Gue sebenarnya kenal sama dia, karena kakaknya satu gereja sama kita. Pas, Sabtu sebelum kami berangkat, kakaknya married sama Silitonga satu gereja dengan gue, jadi gue panggilnya Ibu Silitonga dong!
Pak Silitonga itu kebetulan, ketua Jemaat Cakung dimana gue bergereja dan melayani. Dia bilang “ada adikku di Bangkok”, dengan gembira gue sambutlah, boleh dong dikenalin. Ngomong dikit di telepon lalu aku minta e-mail addressnya, karena lebih murah kalau pake e-mail kalau mau komunikasi.

Pas, Senin, aku perkenalkan diri lewat e-mail, besoknya dia replay, wah kayak temen lama langsung akrab. Gue nga tau tampangnya kayak apa. Pokoknya gue langsung akrab aja. Padahal cuma di email. Waktu gue cerita rencana gue mau liburan mau kemana aja dia very helpfull banget deh. Make us very easy to search place around Bangkok, where we should go. In his email he also introduced some good places we should go. Amazing isn’t it!

Apalagi waktu dia katakan pas Rabu 19 Desember 2007, saat kami akan sampai di Bangkok dia pas “day off”. And his very happy man and helpful to us, he is our “tour leader” he told me on his email on Wednesday. Dia bilang di e-mailnya pas hari Rabu, saat kami akan sampai di Bangkok, dia pas off, dia bilang dia bisa jadi “tour leader” kita selama kita berada di Bangkok. Wah, siapa takut! Jadi enak nih!

Kereta api yang rencananya sampai di Stasiun Kereta Api Hualalampong jam 9.00 pagi rada molor and gue juga dalam e-mail gue gue bilang kita akan sampai jam 8.00 pagi, padahal kenyataannya kita samapi jam 9.45 pagi.

Kasian deh anak orang nyari-nyari kesana kemari, karena seperti gue bilang semula "we never meet each other". Sesampai di stasiun Hualampong, gue dan suami nyari-nyari tempat pembelian pulsa, mau beli pulsa bo! Karena pulsa kami adalah pulsa Malaysia, jadi kami harus beli dulu pulsa Thailand agar dapat berkomunikasi. Gue, print email terakhir dari Jakarta yang berisi nomor telepon Alex.

Dengan tampang belum mandi dan hanya sikat gigi di kereta api malam, yang kami tumpangi dari Butterworth dan sedikit semprotan parfum murahan, kepala melihat kiri dan liat kanan mencari-cari yang mana ya, yang namanya Alex.
Gue dan suami saling bertanya yang mana ya orangnya. Kalau kita lihat ada orang sendiri kita bilang itu kali, dan kita sambil jalan. Kita tidak punya bayangan sama sekali, tetapi hanyalah “kaya apalah yang namanya Alex”.
Tiba-tiba anak gue Melvin, datang dia bilang “mi, sudah datang yang jemput kita” dalam hati: “sok tau dan sok kenal deh nih anak gue”. Eh, dengan senyum dia memperkenalkan diri dan kita juga memperkenalkan “pasukan hore-hore” kami, bayangin aja kami ada 7 orang gue, suami anak gue, Michael, Melvin & Anggieta dan mertua gue) masing-masing dengan1 tas. Eca deh!!!! E, cape deh gue!!! and Pusing kali Alex pas ngeliat banyak banrang bawaan. Gue yakin dalam hati loe pasti bilang gini ya Lex: “Ya, ampun orang-orang ini mau holiday atau mau syuting eh salah, atau mau pindahan”

Setelah kenalan kita langsung akrab percis kayak temen lama. Lalu dia menawarkan kami menyimpan barang-barang kami yang aduhai banyaknya di tempat kostnya. Dalam hati gue, thanks God! Aduh baik banget sahabat baru keluarga kami. Dan dia sangat siap untuk membawa kami ke tempat-tempat yang banyak dikunjungi para wisatawan.

Di stasion Kereta Api Hualalampong, Bangkok kami bertemu seorang malaikat penolong, bagi liburan kami Desember 2007. Aku juga akan ceritakan kami bertemu seorang malaikat penolong dalam liburan kami Desember 2006, di Phuket, akan saya ceritakan berikutnya. Dari sana kami naik Tuk-tuk, ke tempat kost sahabat baru keluarga kami. Jangan pernah tinggalkan Bangkok tanpa naik tuk tuk yach.
Malamnya kami meneruskan perjalanan ke Pataya. Asyik! Saya ceritakan selanjutnya yach!

Tidak ada komentar:

National Geographic POD

Words of Christ

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

How many days you have lived