Custom Search

My Slide



Jumat, Agustus 22, 2008

Dimana Menginap di Genting Highlands, Malaysia

Seorang teman bertanya menginap dimana yach kalau mau ke Genting? Bisa ngak ngak nginap? Jawabannya sih bisa-bisa aja ngak nginap, tapi nga puas!  Karena sehari aja rasanya ngak cukup.
Pengalaman kami saat pertama kali berlibur ke Genting, aduh benar-benar menerima protes dari anak-anak, karena kurang lama dan tidak puas. Karena pengalaman pertama kami berlibur ke Genting, kami berangkat agak siang, walaupun pulang sudah larut malam sehingga tertinggal bis, yang menyebabkan kami harus menyewa taxi dari Genting menuju hotel dimana kami tinggal. Lumayan mahal lho naik taxi dibandingkan naik bis.

Berdasarkan pengalaman tersebut kami memilih menginap di Theme Park Hotel, walau tidak ada makan pagi atau breakfast. Ada banyak hotel-hotel dengan harga bervareatif. Ada satu hotel yang juga lumayan bagus dan terjangkau dan dapat makan pagi yaitu First World Hotel, tetapi padatnya minta ampun, apalagi kalau musim libur atau libur anak sekolah.
Keunikan bermalam di kedua hotel diatas adalah sangat dekat berjalan-jalan ke sagala arena. Apalagi kalau mau masuk ke Casino, walau hanya untuk lihat-lihat orang berjudi dan buang-buang uang. Oh, ya semua hotel-hotel diatas saya booking lewat asiaroom.com dan agoda.com, site yang selalu saya gunakan untuk membooking hotel-hotel sekitar Malaysia, Thailand. Site-site ini sering memberikan harga-harga promo alias super hemat.

Jangan Lewkan Berkunjung Ke Casinoat
Berlibur selain menyegarkan diri dari rutinitas sehari-hari juga menambah pengetahuan.  Kalau berkunjung ke Genting Highlangs, menurutku sih, jangan lewatkan masuk dan berkunjung ke Casino yach.  Untuk sekedar melihat-lihat orang-orang yang keranjingan judi dimana bermain judi sehari-harian dan juga untuk menikmati minum Milo panas dan orange juice gratis sampe sekenyang-kenyangnya, yang penting tidak dibawa pulang.  Berada di ruang casino sekedar melihat-lihat orang-orang bermain judi rasananya bagi mereka uang itu mengalir seperti tidak ada habisnya.  Mulai dari nenek-nenek, kakek-kakek, orang tua, remaja, semua terlarut dengan mesin permainan uang.  Dalam hati saya, benar-benar zaman edan.  Dalam hati saya berkata "disisi lain orang setengah mati mengumpulkan uang untuk biaya hidup sehari-hari, disisi lain orang membuang-buang uang hanya untuk permainan dan kepuasan".  Oh, hidup, sangat penuh dinamika. 
Berjalan-jalan di arena casino, sambil menikmati Milo panas, terlihat, banyak sekali orang Indonesia, membawa uang banyak didalam koper dan kemudian membuang uangnya dengan berjudi disana. Cckckkkckck, pak, "mbok jadi sponsor anak sekolah deh" dalam hati aku berguman.
Don't miss Casino place deh, biar ada cerita bagaimana orang bawa sekoper uang dan habis. Haaaa, benar-benar dunia, sudah makin edan!
Tapi, kalau ketauan kita muslim tidak diiznkan masuk, biasanya kalau kita orang Melayu, satpam suka nanya 'are you muslim', dia kirain kita orang Melayu alias bangsa mereka. Karena rada kesaru antara orang Malaysia dan orang Indonesia, haaaa

Tidak ada komentar:

National Geographic POD

Words of Christ

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

How many days you have lived