Mitha Tour Dan Travel
Jl. Cideng Barat No.58
Jakarta 10150, Indonesia
Ph. +62 21 351 5555 (Hunting 20 Lines)
Fax. +62 21 351 9855, 350 6063.
Email: mitha@bit.net.id (General)
: mth-holyland@indo.net.id (Holyland)
Perjalanan Hari Pertama
Berangkat tengah malam dari Bandara Sukarno, Cengkareng dengan Emirates Air. Inilah kali pertama saya menaiki pesawat besar dimana hampir 500 orang berada dalam satu pesawat. Pramugari yang ramah dan profesional serta pesawat mewah yang menurut saya luar biasa. Sesampainya di pesawat langsung disuguhkan handuk hangat untuk mencuci muka dan tidak lama kemudian Pramugari mengantarkan menu makanan. Tidak lama berselang Pramugari dengan mendorong 'troley' menawarkan minuman dan siap-siap makanan menyusul. Wah....subuh atau sangat pagi-pagi benar makan di pesawat, sambil menonton TV atau mendengarkan musik dari 'earphone' yang masing-masing.
Dengan menempuh penerbangan selama 7.5 jam maka sampailah kami di Queen Alia International Airport, Dubai. Bandara Queen Alia, Dubai tercatat sebagai salah satu bandara terbagus di dunia. Aku dapatkan informasi dari paman "google". Bandara Queen Alia International Airport di Dubai, bandara yang tidak pernah sepi. Dari berbagai bangsa dan berbagai tujuan negara berada disana. Bandara yang sangat bersih dengan berbagai fasilitas, seperti kamar mandi atau tempat duduk sambil tiduran atau selonjoran. Luar biasa.
Meneruskan Perjalanan Menuju Amman Jordania
Setelah menunggu selama 2 jam di bandara Queen Alia, Dubai kami kembali melanjutkan perjalanan udara dengan menaiki penerbangan yang sama Emirates Air, tetapi pesawat yang lebih kecil daripada pesawat yang membawa kami dari Jakarta menuju Dubai. Sesampainya diatas pesawat, seperti sudah menjadi tradisi handuk hangat dibagikan dan menu makanan dijalankan, minuman ditawarkan dan makanan kembali sudah disuguhkan, makan pagi...Dengan menempuh perjalanan 2 jam penerbangan kami sampai di Amman, ibu kota Jordania.
Setelah melalui proses imigrasi di Bandar udara Amman, Jordania kami sudah disambut tour leader lokal dan bus yang akan membawa kami menempuh perjalanan dari Amman, Jordania menuju Israel.
Makan Siang 'Chinesse Food' Di Amman, Jordania
Hanya beberapa menit melewati bandara, kami
Menaiki Gunung Nebo Dengan Perasaan Haru
Masih ingat cerita di dalam Ulangan 32 dimana Musa setelah memimpin bangsa Israel selama 40 tahun untuk keluar dari Mesir. Musa tidak bisa memasuki tanah Kanaan, tetapi Allah hanya memperlihatkan kepadanya tanah Kanaan yang akan diberikan kepada bangsa Israel terdapat di dalam Ulangan 32:49 "Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya".
Sebelum menaiki puncak gunung Nebo, kita melihat miniatur 'kemah' bangsa Israel zaman dahulu. Kemah tempat bangsa Israel tinggal selama dalam perjalanan.
Di dalam kehidupan, sering kali kita merasa susah dan merasa beban terlalu berat. Tetapi sadarkah kita, bahwa tangan Bapa kita selalu terkedang kepada kita setiap saat. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia tetap menaruh kita di dalam genggaman tanganNya, dan takkan pernah Dia mau melepaskan kita. Cuma yang menjadi pertanyaan sekarang adalah 'maukah kita selalu menggengam tanganNya, tanpa sedetikpun terlepas dari genggamanNya?' Perjalanan kehidupan berbatu dan berliku adalah merupakan ujian yang akan membuat kita tetap kuat dan bertahan.
Biarlah kita bisa tetap setia, sama seperti Musa tetap setia sampai akhir hidupnya. Sehingga, dia bisa berada bersama Allah kita yang hidup di dalam kerajaan surga.
Kiranya Tuahan memberkati!!
Jakarta, 17 April 2012


